-
MEMAHAMI MISI
“PERSAUDARAAN-PERSAUDARAAN KASIH”
Pendekatan orisinal “Persaudaraan
KASIH” dari St. Vincentius de Paul dapat menjadi amat penting untuk meraih
berjuta-juta orang yang sangat miskin, yang sakit, cacat dan terlantar, di dalam
perjuangan melawan kemiskinan dan usaha keras untuk kesejahteraan kaum miskin
pada setiap saat dalam sejarah.
-
PERUBAHAN MENTAL SIKAP
TERHADAP KAUM MISKIN
Hal ini memerlukan perubahan
mentalitas secara radikal dan perubahan ide-ide yang melekat erat di dalam opini,
tradisi, dan sikap masyarakat. Suatu perubahan cultural seperti itu tidak hanya
terjadi semata-mata dengan penghapusan segi-segi yang negatif; akan tetapi
sungguh perlu menciptakan mentalitas yang baru, lebih terbuka, lebih hormat,
untuk dapat mengakui dan membela hak setiap orang untuk menjadi perperan utama
di dalam membentuk hidupnya sendiri.
-
PERLUASAN DAN PEMBENTUKAN
KELOMPOK-KELOMPOK BARU
Pada waktu ini, PERKASIHi
Indonesia ada di semua pulau besar Indonesia. Hampir 1000 orang relawan
melibatkan diri dalam upaya memberi dukungan untuk kehidupan yang layak kepada
kaum miskin, dengan cara yang di-sesuaikan dengan jaman kita, kebudayaan
Indonesia, dan proyek pokok Santo Vincentius de Paul: “Bertindak bersama-sama
melawan kemiskinan”.
Prihatin mengenai situasi
kemiskinan di dunia, PERKASIH INDONESIA (IAC) akan membentuk kelompok-kelompok
baru di Indonesia, Timor Timur, dan Singapura, diI tempat Perkumpulan/ Persaudaraan
kasih belum ada.
Proyek ini akan dilaksanakan
dengan bantuan/dukungan yang berharga dari Keluarga Vincentian di Indonesia.
-
KEBIJAKAN PELATIHAN
Pelatihan ialah salah satu titik
perhatian operasional yang paling penting di dalam PERKASIH INDONESIA (IAC).
Pelatihan ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga teknis dan khusus,
seperti perjuangan untuk hak-hak asasi manusia dan, Rehabilitasi Bersumberdaya
Masyarakat bagi kaum miskin.
Pelatihan ini diilhami oleh visi
PERKASIH INDONESIA bahwa: hanya dengan program pelatihan yang tetap/permanen dan
terbimbing, kita dapat belajar untuk:
-
Membebaskan diri kita sendiri dari
kebiasaan perbudakan dan ketidak-pedulian ketika melihat kemiskinan sebagai
kenyataan sehari-hari dan bukan sebagai suatu ketidakadilan yang tak tertahankan.
-
Menanamkan dan mengolah di dalam
diri kita sendiri kemampuan untuk keheranan dan ketidaksetujuan/penolakan
terhadap segala macam ketidakadilan.
-
Menempatkan diri kita di hadapan
setiap fakta baru dengan keingintahuan intelektual yang menganalisis secara
mendalam setiap realitas untuk men-deteksi/menemukan perubahan dan dengan
demikian memahami penyebab ketidakadilan dan mengukur akibatnya.
-
Mengembangkan semangat yang kritis
untuk mengevaluasi realitas tanpa tunduk (pada suatu standar), dengan
objektivitas dan tanpa prasangka.
-
Bertindak tanpa pesimisme,
melenyapkan fatalisme untuk menghadapi secara jujur mereka yang berlawanan
dengan cara berpikir kita.
-
Memperbarui mentalitas dan
cara-cara kita, tanpa takut akan perubahan, dan menerimanya dengan semangat/antusiasme
dan harapan transformasi.
PERKASIH INDONESIA memberikan
sessi-sessi pelatihan serta kursus teknis dan spiritual mengenai pelayanan (untuk)
kaum miskin secara cuma-cuma.
-
KERJA SAMA DAN PEMBENTUKAN
JARINGAN KERJA
PERKASIH INDONESIA (IAC) bekerja
sama dengan Keluarga
Vincentian dan dengan semua organisasi dan komunitas dasar
yang terlibat di dalam perjuangan melawan kelaparan, penyakit, dan
ketidakmampuan.
Berdasar pedoman Gereja, dalam
‘opsi/keberpihakannya pada kaum miskin.
PERKASIH INDONESIA (IAC) ialah
suatu Organisasi Katholik tetapi bersifat ekumenis dan mempunyai hubungan dengan
semua kelompok yang melayani kaum miskin, dalam penghapusan kemiskinan.
PERKASIH INDONESIA (IAC) berada
dalam proses penyesuaian dengan jaman dan renovasi/ pembaruan yang tak pernah
selesai.