PERSAUDARAAN KASIH INDONESIA

P E R K A S I H

 

Pelayanan Orang Miskin              ***      Menjangkau yang tak Terjangkau

Home

Visi

Misi

Anggaran

Dasar

Statuta

 

Anggota Pusat

IAC

(English Language)

Siapa Kami

Di mana Kami

Menghubungi kami

Doa Perkasih

Links

 

Berita Perkasih

Visi

 

PERKASIH

PENGIKUTSERTAAN MASYARAKAT 

DALAM PELAYANAN  ORANG MISKIN

PERSAUDARAAN  KASIH  INDONESIA

Persaudaraan  Kasih, Asosiasi Kasih  adalah asosiasi sukarela  yang bersumber daya Masyarakat. Hal ini berarti bahwa peserta-pesertanya  dari masyarakat  yang ikut didalamnya melayani orang miskin tanpa minta imbalan, tanpa dibayar   karena mereka didorong  oleh keinginan melayani sesama manusia karena dedikasi mereka pada kemanusiaan, pada Kristus, pada Allah.

Hal ini terjadi pada waktu Vincentius a Paulo dalam tahun 1617 mulai dengan “Asosiasi Kasih”nya  yang pertama. Asosiasi itu adalah satu persaudaraan Kasih ,(kadang kadang dia menyebutnya juga asosiasi Kasih) yang terdiri dari anggota masyarakat (komunitas lokal)  yang tanpa  bayaran  atau imbalan lain  mulai merawat orang sakit yang miskin  yang terlantar  dengan melayani mereka secara  pribadi di rumah mereka.

 Ibu-ibu  dan bapak-bapak  biasa dari komunitas lokal,  tetapi juga orang  kaya dengan pelayanannya dan bantuan  finansialnya  ikut serta didalamnya  bersama putri-putri yang menyerahkan seluruh hidupnya untuk pelayanan orang miskin.

Kombinasi itu membuktikan diri sebagai suatu formula sukses untuk memecahkan atau sedikit-dikitnya  mengurangi masalah-masalah orang-orang miskin yang sakit, menderita, yang kebutuhan dasar/pokok tidak dipenuhi (people in need) dan yang amat membutuhkan pelayanan dan  asuhan pribadi langsung .

 

The problem of  suffering poor people in need `of care

Masalah orang miskin yang kebutuhan dasar akan asuhan tidak dipenuhi dewasa ini juga amat urgent dalam banyak negara yang berkembang seperti Indonesia. Jutaan orang  miskin yang sakit, cacat  amat membutuhkan asuhan  tetapi mereka tidak mempunyai kemungkinan untuk membayarnya. Pendekatan  Vincentian  adalah: mulailah langsung melayani mereka tanpa minta imbalan  dan pada waktu yang sama berjuang untuk mendapatkan keadilan sosial dengan berperang melawan kemiskinan  dengan semua cara yang mungkin.

Assosiasi yang mewujudkan tujuan  luhur ini  adalah “Asosiasi Kasih” "Persaudaraan Kasih" terjemahan dalam bahasa Indonesia ialah Perkumpulan Kasih atau PERKASIH istillah yang dalam satu kata menunjukkan arti “Charities” seperti dimulai oleh  Santo Vincentius a Paulo.

 

Caritas itu  tidak berarti menciptakan ketergantungan, seperti sering dituduhkan pada dewasa ini dan yang menyebabkan istillah ”kasih” tidak pupuler dalam ilmu sosial yang dewasa ini/Pandangan yang tidak tepat itu disebabkan oleh mengindentifikan kasih dengam “memberi sedekah”

Kasih yang benar yang dilaksanakan oleh PERKASIH mengandung dan menitikberatlan   rehabilitasi, pemperdayakan, perbelaan  dan pemandirian, seperti kelihatan  dalam pernyataan misi dari  International association  of Charities (A.I.C).

Dalam istilah kebudayaan  Indonesia dan India kita menyebutnya k Bhakti atau  “BHAKTI  LUHUR” dalam istilah  Ilmu sosial dewasa ini "community based rehabilitation".

Di Indonesia dewasa ini jumlah Perkasih bertambah cepat dalam 10 provinsi.

Dalam  lingkungan miskin kota-kota besar dan dalam daerah pedesaan yang kurang berkembang  dan kurang mendapat perhatian.

PERKASIH dibantu oleh sejumlah besar pemuda pemudi yang dalam gerakan BHAKTI LUHUR menyerahkan delapan tahun dari masa muda mereka untuk pelayan dan asuhan  orang miskin  dan dijiwai oleh ALMA gerakan hidup bhakti secular yang menyerahkan seluruh hidupnya untuk  pelayanan orang miskin.

 

Beberapa projek PERKASIH:

1.     Asuhan dan rehabilitasi orang dan anak miskin yang cacat melalui Rehabilitasi berdasar Masyarakat.(Pada masa ini  di Indonesia ada lebih dari satu juta Penca  yang belum terjangkau oleh dinas pemerintah atau usaha swasta.)

2.     Prevensi kebutaan oleh asuhan dan operasi untuk orang miskin yang katarak. (Indonesia menurut pernyataan  dari  seminar dokter mata  tahun yang lalu adalah negara dengan jumlah  orang buta yang paling banyak di dunia disebabkan oleh katarak yang tidak ditangani)

3.     Asuhan  pasien-pasien  miskin di dalam masyarakat yang menderita T.B.  (Lebih dari 500 penyandang  T.B. meninggal  tiap hari di Indonesia  karena T.B  tidak ditangani dengan benar  oleh keluarga dan komunitas lokal. Biarpun  pemerintah menyediakan obat secara cuma-cuma.)

4.     Projek Banjir dan bencana. Asuhan keluarga  miskin yang  mengalami banjir.

5.     Asuhan harian orang lansia  yang miskin yang diterlantarkan oleh keluargannya.(Jumlahnya bertambah karena industrialisasi  dan perobahan dalam  struktur keluarga.

6.     Asuhan anak jalanan ( dengan pendidikan dan  latihan kejuruan) dan asuhan anak cacat yang dibuang atau diterlantarkan.)

7.     REVIN. Retret Vinsensian  yaitu retret tanpa bayaran apapun untuk muda-mudi dan orang dewasa miskin dari daerah pedesaan di mana tidak ada  atau kurang pembinaan iman.

 

Keterangan lengkap di internet : http://perkasih.org

Misi

Anggaran

Dasar

Statuta

Siapa Kami

Di mana Kami

Menghubungi kami

Anggota Pusat  
Doa Perkasih    
IAC (English Language)    
Links

Berita Perkasih