|
MISI PERKASIH
-
Menjadi pelayan kaum miskin,
sakit, cacat, berkebutuhan khusus, kurang beruntung, dan takmampu.
Mereka adalah majikan dan
SAUDARA kita.
- Menjadi kekuatan
pengubah dalam menghadapi kemiskinan penyakit dan cacat dengan
praktik Kasih Kristiani.
-
Menjadi kekuatan pengubah di dalam
masyarakat dengan “Persaudaraan Kasih” bersumberdaya masyarakat
Tiga pokok ini ini , karena kenyataan
kemiskinan dan disabilitas di Indonesia mendesak, telah menjadi tujuan pokok
PERKASIH.
Kita semua turut bertanggungjawab atas
kesejahteraan Indonesia dan karena itu kita semua turut bertanggungjawab
dalam mencari solusi dan alternatif. Kita melibatkan diri pada tiga
tingkatan di atas`ini.
1.
PEMBERDAYAAN KAUM MISKIN DAN
PENYANDANG CACAT
-
Mempertanyakan hubungan kita dengan orang lain, terutama dengan kaum
miskin, dan mengenali kekuatan di dalam diri setiap orang untuk
berkembang. Kita akan mendukung atau membantu pengembangan kekuatan itu.
Dengan sikap ini kita akan dapat menganggap kaum yang termiskin sebagai
mitra sejati yang mempunyai sumberdaya dan solusi mereka sendiri.
-
Menemukan orang yang miskin, sakit, menyandang cacat, yang tak mampu
dan menderita.
-
Mengunjungi mereka di tempat mereka sendiri dan lingkungan mereka
sendiri.
-
Melayani, mengasuh dan merawat mereka secara keseluruhan, fisik dan
rohani.
-
Menyokong mereka dan membela hak
asasi mereka.
-
Memberdayakan
mereka, merehabilitasi dan membuat mereka mandiri.
2.
REHABILITASI BERSUMBERDAYA MASYARAKAT DAN TANGGUNG-JAWAB SOSIAL
BERSAMA
Memikul
tanggung jawab kewarganegaraan kita dengan kebulatan tekad untuk
berpartisipasi dengan strategi yang diarahkan pada penyusunan kembali
struktur masyarakat dan meningkatkan jaringan kerja masyarakat yang
memerlukan partisipasi semua pihak, dari yang termiskin sampai
(kelompok-kelompok) kekuatan masyarakat umum dan keagamaan.
Mengembangkan masyarakat kasih sebagai unsur pokok/penting di dalam
pengembangan masyarakat.
Mengembangkan persaudaraan kasih sebagai inti pengembangan masyarakat.
Mengadakan persaudaraan kasih di tempat pengembangan masyarakat dan komunita
gagal.
Untuk
membantu/menyumbang pada perubahan masyarakat, kita memutuskan untuk
menggunakan PERKASIH untuk melakukan aksi/tindakan bersama yang nyata untuk
berjuang melawan kekerasan terhadap perempuan.
3.
PEMBERDAYAAN PERSAUDARAAN
Menciptakan,
melalui proses pemberdayaan di semua tingkatan, suatu PERKASIH yang lebih
berperan serta (partisipatif) dan bekerja dengan kesetia-kawanan yang lebih
besar, dan yang karenanya, merasa turut bertanggungjawab di dalam perjuangan
melawan segala bentuk kemiskinan.
4.
EVALUASI
Untuk mengevaluasi
perkembangan PERKASIH INDONESIA, dan dampaknya pada perbaikan kualitas hidup
kaum miskin.
·
Evaluasi sebagai suatu unsur untuk membuat tindakan/aksi
lebih dinamis.
·
Evaluasi sebagai alat dialog yang membantu kita memahami
perimbangan kekuatan/kekuasaan serta memecahkan konflik.
5.
KEPEMIMPINAN YANG PARTISIPATIF
Menggunakan metode kepemimpinan
partisipatif
o
Mengubah perimbangan
kekuasaan antara pemimpin dan anggota-anggota kelompok lainnya.
o
Memunculkan
pemimpin-pemimpin baru di semua tingkatan, mendorong partisipasi yang lebih
besar dari kaum muda.
o
Memerlukan formasi
tertantu
6.
KERJASAMA ANTARA KATEGORI SOSIAL
o
Memerlukan
saling memberi-menerima yang seimbang untuk menciptakan perkembangan timbal
balik.
o
Meneguhkan rasa
setia kawan dan rasa termasuk di dalam PERKASIH.
o
Mencapai saling pengertian
dan mendukung perdamaian
7.
BERBAGI KEAHLIAN KITA
Mengatur diadakannya sessi berbagi
(sharing) secara lokal, dan regional,
Mengembangkan sebuah ‘pusat keahlian’
PERKASIH INDONESIA.
internet PERKASIH untuk
berbagi pengalaman dan keahlian.
Berusaha supaya semua
kelompok PERKASIH lokal mempunyai keahlian yang harus mereka bagikan.
8.
JARINGAN KERJA:
Membentuk suatu jaringan kerja dengan,
sebanyak mungkin, semua badan yang bekerja untuk kaum miskin dan bersama
kaum miskin di tingkat lokal dan global
o
penting sekali
untuk aksi/tindakan dan komunikasi. Tak ada apapun bagi kita tanpa kita.
o
Kita melibatkan
diri untuk membentuk jaringan kerja aksi gabungan dengan kaum yang
termiskin.
o
Untuk membantu
perubahan masyarakat, kita memutuskan untuk menggunakan PERKASIH untuk
mengadakan aksi bersama yang nyata untuk berjuang melawan kekerasan dan
korupsi yang merupakan penyebab utama meningkatnya kemiskinan dan
kesusahan/kesengsaraan.
Kita melibatkan diri,
dengan rasa tanggung-jawab bersama, kebulatan tekad, dan kreativitas, pada
perjuangan melawan kemiskinan, karena kita menganggapnya sebagai suatu cara
yang istimewa untuk mengubah ke-tidakadilan menjadi harapan dan untuk membangun
persaudaraan kasih supaya dunia berdamai.
|